Saturday, June 9, 2012

Analisis dan Interpretasi data Cuaca


BAB 1. PENDAHULUAN

1.1.  Latar Belakang
Cuaca dan iklim sama-sama mengacu pada keadaan atmosfer pada suatu tempat dan waktu tertentu. Cuaca dan iklim berbeda dalam rentang waktu dan luas tempat. Cuaca didefinisikan sebagai keadaan atmosfer pada daerah dan waktu tertentu. Iklim adalah keadaan atmosfer pada daerah yang lebih luas dalam kurun waktu yang panjang. Dengan kata lain iklim adalah rata-rata cuaca dalam periode waktu yang panjang dan daerah yang lebih luas.
Untuk mengetahui cuaca di suatu tempat maka dapat diukur langsung keadaan cuaca di tempat tersebut. Namun, untuk mengetahui iklimnya kita memerlukan rekaman data keadaan atmosfer di tempat tersebut puluhan tahun yang lalu. Alat-alat ini harus tahan setiap waktu terhadap pengaruh-pengaruh buruk cuaca sehingga ketelitiannya tidak berubah. Pemeliharaan alat akan membuat ketelitian yang baik pula sehingga pengukuran dapat dipercaya. Data yang terkumpul untuk iklim diperlukan waktu yang lama, tak cukup satu tahun bahkan 10-30 tahun.
Hasil pertanian selain dipengaruhi oleh faktor tanah juga ditentukan oleh faktor iklim. Kompleksnya karakteristik dan perilaku cuaca serta iklim mengakibatkan kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengendalikan iklim sangat terbatas. Hal itu bisa terjadi karena iklim merupakan kondisi alam dalam wilayah yang luas sehingga manusia tidak dapat mengendalikan iklim maupun cuaca yang akan terjadi. Namun manusia dapat mensiasati hal itu dengan menanam jenis tanaman yang sesuai misalnya bawang merah dan bawang putih ditanam pada musim kemarau, padi di tanam pada musim penghujan dan lain sebagainya.
Pendekatan yang paling efektif untuk memanfaatkan sumber daya iklim adalah menyesuaikan sistem usahatani dan paket teknologinya dengan kondisi iklim setempat.Penyesuaian tersebut harus berdasarkan pada pemahaman terhadap karakteristik dan sifat iklim secara baik melalui analisis dan interpretasi data iklim. Data yang benar dan lengkap melalui pengamatan akan membuka kejelasan gejala dan perilaku cuaca atau keadaan iklim setempat dan dapat digunakan sebagai pedoman dalam kegiatan pertanian karena dunia pertanian berkaitan erat dengan cuaca dan iklim sehingga data yang benar akan sangat membantu kegiatan pertanian.
Data yang baik pada umumnya memberikan hasil yang sama dengan data yang diperoleh ditempat lain yang lingkup iklimnya masih bisa di anggap sama. Dengan adanya data yang valid maka data cuaca dapat diolah hingga informasinya dapat bermanfaat bagi petani maupun pengguna lain. Informasi yang diberikan akan sangat membantu dalam manajemen pertanian karena unsur-unsur cuaca memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan tanaman yang dibudidayakan. Metode statistik dapat digunakan sebagai pendekatan dalam upaya memahami kejelasan dan keeratan hubungan antara unsur cuaca dan iklim. Karena melalui analisis kita dapat mengetahui data secara tepat dan akurat. sehingga hasil yang diperoleh tidak melenceng sehingga kita dapat menentukan perencanaan yang baik untuk kedepannya. 

1.2.  Tujuan dan Manfaat
1.2.1.      Tujuan
1. Mengetahui cara menghimpun datacuaca dengan baik dan benar.
2. Mampu menjelaskan dan menganalisis hubungan antar unsur cuaca.

1.2.2.      Manfaat
1.    Dapat mengetahui cara menghimpun data cuaca dengan baik dan benar.
2.    Dapat menjelaskan dan menganalisis hubungan antar unsur cuaca.



BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA

Cuaca dan iklim sama-sama mengacu pada keadaan atmosfer pada suatu tempat dan waktu tertentu. Cuaca dan iklim berbeda dalam rentang waktu dan luas tempat. Cuaca didefinisikan sebagai keadaan atmosfer pada daerah dan waktu tertentu. Iklim adalah keadaan atmosfer pada daerah yang lebih luas dalam kurun waktu yang panjang. Dengan kata lain iklim adalah rata-rata cuaca dalam periode waktu yang panjang dan daerah yang lebih luas.
Secara garis besar manfaat yang diperoleh dalam mempelahari klimatologi yaitu untuk meningkatkan kewaspadaan dari pengaruh iklim yang semakin sulit diprediksi. Dengan diperkirakannya kondisi iklim yang akan terjadi maka dapat dilakukan usaha untuk menyesuaikan dengan kondisi yang akan mungkin terjadi. Selain itu, dapat juga dilakukan pemanfaatan unsur-unsur iklim yang dapat membantu dan memberikan keuntungan. 
Manfaat dari klimatologi yaitu untuk digunakan dalam perhitungan kondisi udara dalam suatu kurun waktu tertentu atau digunakan sebagai tolok ukur untuk menentukan kondisi udara dalam suatu kurun waktu mendatang dalam perlode lebih dari 1 bulan (bulanan, musiman dan tahunan) apakah akan berlebihan (diatas normal) dari harga rata-rata yang baku. Dengan melihat kondisi baik yang telah lalu, sedang berlangsungdan akan berlangsung, maka perhitungan hasil produksi kotor dati faktor alam dapat dihitung. Oleh sebab itu arti dan manfaat klimatologi dalam  kaitan dengan produksi pertanian adalah untuk menghitung hasil produksi pertanian dari sisi kondisi alam baik yang telah berlangsung, sedang berlangsung dan akan berlangsung. Khusus untuk waktu mendatang hal ini berhubungan prakiraan produksi akan dapat ditentukan sebelumnya agar tidak terjadi kemelesetan yang sangat jauh atas kegiatan pertanian. Dilain pihak klimatologi akan dapat pula digunakan dalam penyebaran bahan pangan terutama dalam kondisi rawan pangan ataupun operasi pasar.
Iklim merupakan komponen ekosistem dan faktor produksi yang sangat dinamik dan sulit dikendalikan. Dalam praktek, iklim dan cuaca sangat sulit untuk dimodifikasi/dikendalikan sesuai dengan kebutuhan, kalaupun bisa memerluan biaya dan teknologi yang tinggi. Iklim/cuaca sering seakan-akan menjadi faktor pembatas produksi pertanian. Karena sifatnya yang dinamis, beragam dan terbuka, pendekatan terhadap cuaca/iklim agar lebih berdaya guna dalam bidang pertanian, diperlukan suatu pemahaman yang lebih akurat teradap karakteristik iklim melalui analisis dan interpretasi data iklim. Mutu hasil analisis dan interpretasi data iklim, selain ditentukan oleh metode analisis yang digunakan, juga sangat ditentukan oleh jumlah dan mutu data. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi dan kerjasama yang baik antar instasi pengelola dan pengguna data iklim demi menunjang pembangunan pertanian secara keseluruhan.
Menurut H. Abdullah (1995). Memasuki tahun 1994 ternyata hujan turun semakin deras sehingga di beberapa daerah mengalami bencana kebanjiran. Bahkan bencana itu telah merusak lahan persawahan di beberapa wilayah yang merupakan pusat produksi beras. Iklim tahun 1994 memang terjadi secara tidak normal dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Besarnya dampak kekeringan ini juga di dorong oleh pemberitaan media massa baik dari surat kabar maupun televise yang gencar memberitakan bencana banjir dan kekeringan di beberapa daerah sehingga menimbulkan dampak psikologis bagi masyarakat.
Menurut Anonim (1992). Kelembaban udara dalam menyambung tanaman akan mempengaruhi pembentukan kalus. Kelembaban yang rendah akan menghambat terbentuknya kalus. Untuk mengatasi hal ini diperlukan pemberian sungkup plastik bening sehingga kelembaban dapat di jaga dan tidak mudah terpengaruh oleh keadaan perubahan cuaca di sekelilingnya. Dalam hal ini kita dapat menyimpulkan bahwa kelembaban udara sangat mempengaruhi pertumbuhan tanaman.
Menurut Kartojo (1995). Iklim merupakan faktor yang sangat berperan dalam mendukung pertumbuhan tanaman. Kondisi iklim yang sangat ekstrim misalnya kemarau panjang. akan menimbulkan dampak yang luas baik terhadap tanaman maupun manusia. Data iklim tidak hanya dimanfaatkan oleh pertanian saja. namun juga digunakan untuk keperluan perhubungan dan lingkungan hidup. Data iklim yang sering digunakan dalam meteorology dan geofisika saat ini merupakan hasil pengamatan selama 30 tahun. Sampai sekarang data iklim itu masih di anggap cukup tepat untuk mewakili cirri dan unsur meteorologi. Hujan biasanya turun apabila ada interaksi antara air laut dengan udara. Apabila air laut panas maka udara di atas laut akan lembab. Apabila udara lembab maka hujan akan turun.
Menurut Vant’t Hoff (1993). suhu minimum dan maksimum akan dua kali lebih besar untuk setiap kenaikan suhu sebesar 10º C. Dari babarapa penelitian diketahui bahwa keadaan tersebut berlaku pada kisaran suhu 20 - 3º Cdalam prakteknya hubungan ini sangat sulit ditentukan.

.


BAB 3. METODOLOGI

3.1 Tempat dan Waktu
Praktikum Agroekologi dengan acara “Analisis dan Interpretasi Data Cuaca” dilaksanakan di ruang 8 Fakultas Pertanian Universitas Jember pada tanggal 25 Maret 2011 pukul 07.00 WIB sampai selesai.

3.2 Alat dan Bahan
3.2.1 Alat
1.    Kalkulator
2.    Alat Tulis

3.2.2 Bahan
1.    Data cuaca
2.    Data iklim

3.3  Cara Kerja
1.    Menyiapkan satu seri data unsur – unsur cuaca.
2.    Memilih dua unsur cuaca kemudian memasukkan data tersebut dalam tabel ( lihat lampiran lembar pengamatan ).
3.    Menentukan satu unsur cuaca sebagai variable babas ( X ) dan satu lagi sebagai variable tak bebas ( Y ). kemudian hitung variabel regresinya.
4.    Melanjutkan hitung koefisien regresi dari bentuk hubungan tersebut dan bandingkan nilainya dengan nilai tabel.
5.    Mendiskusikan hasil perhitungan dengan anggota kelompok dan membuat kesimpulannya.

 


BAB 4. HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1    Hasil Pengamatan
Tabel 1. Hasil pengamatan Temperature >< Evaporasi
Xi
Yi
X
Y
X2
Y2
XY
28,2
4,8
0,09
0,99
0,01
0,98
0,09
28,5
3,65
0,39
-0,16
0,15
0,03
-0,06
27,6
4,27
-0,51
0,46
0,26
0,21
-0,23
28,0
3,43
-0,11
-0,38
0,01
0,15
0,04
28,7
3,18
0,59
-0,63
0,35
0,40
-0,37
29,7
2,73
1,59
-1,08
2,53
1,17
-1,72
28,7
3,77
0,59
-0,04
0,35
0,00
-0,02
26,1
3,18
-2,01
-0,63
4,03
0,40
1,27
27,5
4,04
-0,61
0,23
0,37
0,05
-0,14
28,2
4,51
0,09
0,70
0,01
0,49
0,06
28,5
4,5
0,39
0,69
0,15
0,47
0,27
27,6
3,68
-0,51
-0,13
0,26
0,02
0,07
337,3
45,74


8,49
4,36
-0,75
28,11
3,81


0,71
0,36
-0,06

·         Persamaan regresi
Nilai a  = yi – bxi
Nilai b  = EXY/ EX 2                                 = 45,74– (-0,088 x 28,11)  = 48,21
            = -0,75 / 8,49
            = -0.088                                  
Y = a + bX
    = 48,21 -0,088 X
·         Koefisien korelasi (r)
r = EXY /  V(EX2) (EY 2) = -0,75 / V (8,49) (4,36) = 0.12


Tabel 2. Hasil pengamatan  Radiasi >< Temperatur
Xi
Yi
x
y
X2
Y2
XY
73,6
28,2
-4,1667
0,09
17,36
0,01
-0,38
84,0
28,5
6,23333
0,39
38,85
0,15
2,44
73,9
27,6
-3,8667
-0,51
14,95
0,26
1,97
54,2
28,0
-23,567
-0,11
555,39
0,01
2,55
73,9
28,7
-3,8667
0,59
14,95
0,35
-2,29
76,8
29,7
-0,9667
1,59
0,93
2,53
-1,54
82,6
28,7
4,83333
0,59
23,36
0,35
2,86
91,5
26,1
13,7333
-2,01
188,60
4,03
-27,58
85,9
27,5
8,13333
-0,61
66,15
0,37
-4,95
75,0
28,2
-2,7667
0,09
7,65
0,01
-0,25
78,0
28,5
0,23333
0,39
0,05
0,15
0,09
83,8
27,6
6,03333
-0,51
36,40
0,26
-3,07
933,2
337,3


964,67
8,49
-30,15
77,7667
28,11


80,39
0,71
-2,51











·          



Persamaan regresi
Nilai a  = yi – bxi
Nilai b  = EXY / EX 2                                = 337,3– (-0,03 x 77,77)  = 339,63
            = -30,15 / 964,67
            = -0,03                        
Y = a + bX
    = 339,63 -0,03X
·         Koefisien korelasi (r)
r = EXY / V (EX2) (EY 2)-0,03 /  V (964,67) (8,49) = -3,32



Tabel 3. Hasil pengamatan Temperature >< Kelembapan Relatif
Xi
Yi
X
Y
X2
Y2
XY
28,2
90,9
0,09
6,91
0,01
47,73
0,63
28,5
76,9
0,39
-7,09
0,15
50,29
-2,78
27,6
79,0
-0,51
-4,99
0,26
24,92
2,54
28,0
77,6
-0,11
-6,39
0,01
40,85
0,69
28,7
91,2
0,59
7,21
0,35
51,96
4,26
29,7
87,4
1,59
3,41
2,53
11,62
5,42
28,7
94,1
0,59
10,11
0,35
102,18
5,98
26,1
82,5
-2,01
-1,49
4,03
2,23
3,00
27,5
80,0
-0,61
-3,99
0,37
15,93
2,43
28,2
79,8
0,09
-4,19
0,01
17,57
-0,38
28,5
83,9
0,39
-0,09
0,15
0,01
-0,04
27,6
84,6
-0,51
0,61
0,26
0,37
-0,31
337,3
1007,9


8,49
365,65
21,45
28,11
83,9917


0,71
30,47
1,79

·          Persamaan regresi
Nilai a  = yi – bxi
Nilai b  = EXY / EX 2                                = 1007,9– (2,53 x 28,11)  = 936,78
            = 21,45 / 8,49
            = 2,53                                      
Y = a + bX
    = 936,78 -2,53 X
·         Koefisien korelasi (r)
r = EXY / V (EX2) (EY2) = 21,45 / V (8,49) (365,65) = 0.39


4.2 Pembahasan
Metode statistik dapat digunakan sebagai pendekatan dalam upaya memahami kejelasan bentuk keeratan hubungan antara unsur cuaca atau iklim. Melalui analisis regresi dan korelasi bentuk dan tingkat keeratan hubungan antara unsur cuaca dan iklim dapat diketahui. Dengan analisis regresi dan korelasi kita dapat mengetahui apakah iklim dan cuaca berhubungan negative atau positif, dan besarnya hubungan antara iklim dan cuaca tersebut. Dengan mengetahui bentuk dan keeratan hubungan tersebut, maka hasil dari regresi dan korelasi yang didapat akan sangat berguna untuk menentukan perencanaan dalam melakukan usaha tani, karena cuaca dan iklim sangat berpengaruh, sehingga kita dapat menentukan tanaman apa yang akan kita usahakan dan bagaimana cara kita mengantisipasi cuaca dan iklim yang akan terjadi.
Unsur-unsur yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman yaitu :
a.       Suhu
Suhu sangat mempengaruhi proses metabolism tanaman, terutama pada proses perkecambahan, pembentukan daun dan inisiasi organ produktif. Ketiga proses tersebut merupakan proses yang sangat penting karena perkecambahan merupakan awal dari tumbuhnya tanaman dan daun merupakan tempat terjadinya proses fotosintesis yang sangat menentukan pertumbuhan tanaman.
b.      Sinar matahari
Sinar matahari sangat penting bagi tanaman. Tanaman membutuhkan sinar matahari untuk proses foto sintesis. Fotosintesis merupakan suatu proses yang menghasilkan energy dan bahan-bahan yang diperlukan oleh tanaman. Oleh karena itu sinar matahari sangat memnentukan pertumbuhan tanaman.


Grafik hubungan antara hubungan regresi dan korelasi adalah sebagai berikut:
Grafik 1. Hubungan Temperature dengan Evaporasi
            Berdasarkan grafik 1. diatas dapat disimpulakan bahwa temperature mempunyai hubungan (korelasi) yang kecil dengan variable evaporasi.
Grafik  2. Hubungan radiasi dengan temperatur
Berdasarkan grafik 2. diatas dapat disimpulakan bahwa radiasi mempunyai hubungan (korelasi) yang kecil dengan variable temperatur.
Grafik 3. Hubungan Temperature dengan Kelembapan Relatif
Berdasarkan grafik 3. diatas dapat disimpulakan bahwa temperature mempunyai hubungan (korelasi) yang kecil dengan variable ekelembaban relatif.
Hubungan antara unsur cuaca dari data regresi dan korelasi tentunya sangat menguntungkan dalam kehidupan manusia, karena dari hal ini kita dapat mengetahui apakah cuaca yang ada pada saat itu dapat mendukung usaha tani yang kita lakukan atau bahkan merupakan penghambat bagi usaha tani yang kita usahakan. Kita dapat memprediksi dengan metode statistik sederhana, sehingga hasil yang kita peroleh dalam mengamati unsur cuaca bisa akurat dan bisa kita terapkan dalam dunia pertanian.
Analisis dan kesimpulan
Salah satu metode yang digunakan unruk dapat mengerti data cuaca dan iklim adalah dengan menggunakan suatu teknik perhitungan regresi dan korelasi. Regresi dapat menginterpretasikan data cuaca karena regresi diperoleh dari perhitungan variabel bebas dan variabel terikat yang merupakan unsur data cuaca. Begitu pula dengan korelasi juga dapat menginterpretasikan data cuaca. Misalnya variabel bebasnya radiasi sedangkan variabel terikatnya adalah temperatur maka kita bias menghitung regresinya, dari hasil regresi kita dapat menyimpulkan bahwa radiasi  akan mempengaruhi temperatur. Dari data tersebut kita dapat menghitung korelasinya. Apabila thitung lebih kecil dari ttabel maka tidak ada korelasi. Dan sebaliknya apabila thitung  lebih besar dari t tabel maka ada korelasi.

Banyak sekali manfaat yang kita peroleh dalam mempelajari unsur-unsur iklim, yaitu kita dapat mengetahui tanaman apa saja yang cocok untuk ditanam di musim penghujan maupun musim kemarau. Kita bisa mensiasati bahayanya angin yang besar dengan cara membuat pematah angin. Selain itu kita juga dapat mengantisipasi hama dan penyakit yang dapat menyerang tanaman yang kita usahakan karena serangan hama dan penyakit sangat dipengaruhi oleh iklim dan cuaca pada saat itu. Iklim juga sangat mempengaruhi hasil produktivitas pertanian yang nantinya akan dimanfaatkan oleh manusia dalam menunjang kehidupannya. Misalnya pertanian dibidang tanaman pangan, karena semua manusia yang hidup pasti memerlukan makanan kuntuk keberlanjutan hidupnya.




BAB 5. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan pada tujuan. hasil pengamatan. dan pembahasan maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1.    Unsur-unsur iklim yang sangat berpengaruh pada pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman adalah sinar matahari. temperatur udara atau suhu. air endapan dan kelembaban udara. angin. iklim mikro dan lingkungan mikro.
2.    Dari data yang kita peroleh dan selanjutnya diolah dapat kita ketahui bahwa temperature mempunyai hubungan (korelasi) yang kecil dengan variable evaporasi, radiasi mempunyai hubungan (korelasi) yang kecil dengan variable temperature, dan temperature mempunyai hubungan (korelasi) yang kecil dengan variable ekelembaban relatif.
3.    Hubungan antara unsur cuaca dari data regresi dan korelasi sangat menguntungkan dalam kehidupan.
4.    Unsure iklim dan cuaca sangat berpengaruh pada berbagai proses metabolisme tumbuhan seperti fotosintesis dan respirasi.

5.2 Saran
Semoga  makalah  ini  bermanfaat  untuk  memberikan  kontribusi  kepada  mahasiswa fakultas Pertanian dan juga untuk kalangan umum sebagai bahan referensi. Dan tentunya  makalah  ini  masih  sangat  jauh  dari sempurna. Untuk  itu saya meminta masukan baik berupa kritik maupun saran demi perbaikan  pembuatan  makalah  saya  di  masa yang akan datang.



DAFTAR PUSTAKA

Abdullah.H. 1995. Kekeringan dan Upaya Pengadaan Beras. Jakarta. Industri Pengolahan Pangan di Indonesia vol.VI. Hal 9-14.

Aisyah, I. 2009. Manfaat Klimatologi Untuk Menunjang Kegiatan Pertanian dan Analisis Serta Desain Data Warehousing Di Balai Besar Meteorologi dan Geofisika. http://badaihxh.blogspot.com/2009/01/agroklimatologi-1-manfaatnya_30.html [19 Pebruari 2010].

Anonim. 2009. Product Book. http://www.alphamas.co.id/index.php, [24 Maret 2010].

Anonim. 1992. Panduan Praktikal Tapak Semaian Bagi Spesies Acacia mangium. Proyek Latihan dan Pembangunan Teknikal Reafforestation.Sabah.

Kartojo. 1995. Peran Iklim Bagi Pertanian. Jakarta. Industri Pengolahan Pangan di Indonesia vol.VI. Hal 15-20.

Tjasyono, B. 2004. Klimatologi. ITB: Bandung.

Van’t Hoff. 1993. Iklim Mikro Tanaman. IKIP. Malang.


DISUSUN OLEH   : 1. ERIF MADIA Y.             (081510601012)
                                   2. NURLAILI I.                  (081510601034)
                                   3. TIARA ANA N.              (081510601069)
                                   4.  NANANG AGUS           (101510601089)

Share it To Your Friend:

Related Post:

0 komentar:

Post a Comment